Ikan merupakan salah
satu mata pencaharian masyarakat desa nepa karena letak daerah ini berada di
pesisir laut sebelah utara kota sampan
Madura. Ikan juga merupakan sentral produksi yang utama di desa nepa ini
tepatnya didusun senen. Di dusun seneng ini terdapat UKM yang cukup bagus
karena dilihat dan dinilai dari rutinitas UKM ini yang tidak pernah libur untuk
berhenti bekerja sekalipun tidak musim ikan di karenakan cuaca yang ekstrim dan
angin. Namun tidak menjadi penghalang berhentinya produksi tersebut. Hal ini
terus dilakukan guna mengangkat SDM masyarakat sekitar umtuk teta bekerja dan
mempunyai penghasilan. Walauun input tersebut harus mengambil dan membeli dari
kota tetangga (pamekasan dan sumenep).
Pak Trioyono pria
berusia 37 tahun ini yang mendirikan UKM ini sejak 4 tahun silam. Beliau sangat
memikirkan SDM di sekitarnya, walaupun untung yang didaptkan Cuma sedikit.
Banyak hal penghambat dari penghasilan UKM ini :
1.
Banyaknya
masyarakat sekitar yang lebih memilih untuk bekerja di Negara lain. Sehingga
pak trioyono mendatangkan pekerja dari kota lain.
2.
Cuaca, hal ini
sangat berperan besar dalam produksi ikan asin ini. Kalau cuaca ekstrim seperti
akhir ini banyak kerugian yang di terima, dimana ikan tidak bisa benar-benar
kering dengan sempurna.
3.
Angin, bilamana
sangat kencang itu bisa membuat penagkapan ikan menjadi gagal karena
berindahnya ikan-ikan tersebut dan bahaya untuk keselamatan hidup nelayan,
sehingga harus membeli dari kota tetangga.
4.
Bahan baku,
dimana harga bahan baku untuk proses output UKM ini semakin mahal, sedangkan di
UKM ini sekarang masih dilanda krisis seperti ini.
Akhirnya pak Trioyono
memilih untuk menjual produknya di pabrik yang lebih besar karena untung yang
didapat hamper sama dengan ekspor. Padahal UKM ini mempunyai pusat di kota
Tuban jawa timur yang sudah biasa mengekspor sampai ke jepang. Namun sekarang
mulai berkurang dikarenakan hal-hal tersebut dan berpindah kedalam negeri
seperti ke Jakarta, bogor, Surabaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar