Di desa Nepa tepatnya di dusun seneng kecamatan banyuates kabupaten sampan terdapat sentral produksi batik, namun sebenarnya batik tersebut bukanlah batik khas dari desa Nepa ini melainkan batik dari desa tetangga tanjung bumi yang diproduksi di desa Nepa ini. Bersama bapak Ruspandi pria berusia 41 tahun ini menjadi penerus usaha turun menurun ini. Pak Ruspandi memproduksi batik tanjung bumi ini di kediamannya bersama keluarganya yang terletak di dusun seneng desa Nepa. Beliau menjalani usaha ini sudah mulai tahun 2000an, hal ini yang menjadi salah satu pengembang SDM didusun seneng dengan memperkerjakan sebagian warga dusun tersebut untuk menambah penghasilan. Namun sekarang keadaan sudah berubah, hampir semua masyarakat disini memilih bekerja sebagai TKI di Negara tetangga (malaysia). Karena bagi mereka pilihan itu lebih tepat dan bisa meningkatkan perekonomiannya, dibandingkan bekerja Negara sendiri. Salah satunya bekerja di sentral batik milik Pak Ruspandi.
Dan sekarang pak Ruspandi
memproduksi batik-batik tersebut dengan keluarganya sendiri, namun hal ini
tidak menurunkan semangat pak Ruspandi bersama keluarganya. Hal ini bisa
terbukti dari output yang dihasilkan cukup baik. Penjualannya sendiri sudah
lumayan berkembang mulai dari daerah asal batik ini (tanjung bumi), temberuh,
bangkalan dan Surabaya, untuk yang penjualan kecil-kecilan bisa dijual di
daerah tlaga biru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar