Selasa, 04 Februari 2014

Kelas Komputer

        Salah satu program kerja KKN Kelompok 6 Universitas Trunojoyo adalah mengadakan kegiatan mengajar komputer di Sekolah Dasar desa Nepa. Di desa Nepa terdapat 3 Sekolah Dasar Negeri, yaitu SD Negeri 1 Nepa, SD Negeri 2 Nepa, SD Negeri 3 Nepa. Kegiatan mengajar komputer ini difokuskan kepada kelas 4,5,6. Murid-murid sangat antusias mengikuti kegiatan belajar komputer ini, selain memang mengasikkan ternyata mereka belum pernah mendapatkan mata pelajaran komputer di kelas. Mata pelajaran komputer atau yang sering disebut dengan TIK sudah dihapuskan dari kurikulum, sehingga murid-murid sangat minim pengetahuan tentang komputer.


       Kegiatan mengajar komputer ini sekali dilakukan dikelas, kemudian selanjutnya dilakukan diluar kelas atau kata lain bimbingan belajar yaitu di balai desa Nepa yang biasa dilaksanakan pada hari Minggu mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Suasana masih semangat seperti pertama ketika belajar dikelas, belajar diluar kelaspun antusias anak-anak untuk mengikuti bimbingan belajar ini sangat besar. Untuk bimbingan belajar pertama ada 53 siswa dari 3 sekolah dasar di Nepa. Pastinya kami sangat kewalahan, karena diluar ekspektasi kami. Dengan infrastruktur seadanya (laptop hanya seadanya yang dibawa oleh teman-teman KKN), tanpa proyektor dan hanya menggunakan papan bekas yang sudah ada tulisannya. Namun dengan semangat adik-adik dalam mengikuti bimbingan belajar semangat kami semakin bergelora untuk membuat kegiatan belajar ini menjadi lebih kreativ sehingga bisa lebih menarik perhatian adik-adik untuk terus mengikuti bimbingan komputer ini.

Melihat dari sisi kemampuan dan pengetahuan murid-murid sekolah dasar disini kami telah pertimbangkan jika yang diajarkan berupa ilmu komputer dasar tentang komputer, pengenalan hardware, software dan brainware. Selain itu juga mempelajari Microsoft Office Word, Microsoft Office Excel, dan belajar mengetik cepat.
Diakhir masa pengabdian kami mengadakan semacam lomba sebagai tolak ukur seberapa sukses kami dalam mengajar. Murid-murid sangat semangat untuk mendaftar dan mengikuti lomba ini, dan kami sebagai pengabdi sangat bangga karena semangat anak-anak di desa Nepa sangat besar, karena dengan semangat akan menyingkirkan segala kendala yang ada bahkan dengan minimnya infrastruktur di desa-nya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar