Kata-kata Nepa
diambil dari nama pohon yang dulunya banyak sekali tumbuh didaerah ini
yaitu dari nama pohon nepa atau
Bhunyok yaitu pohon
sejenis kelapa tapi
lebih kecil dari pohon kelapa,
daunnya dapat dibuat atap rumah, yang masih muda dapat dibuat
rokok (seperti klobot).
Asal pemberian nama desa ini diberikan oleh Raden Segoro pada usia 7 tahun setelah pindah dari gunung
geger. Raden Segoro ini merupakan anak dari seorang putri dari negara Mendangkawulan yang
didalamnya terdapat sebuah kraton
yang bernama Gilling
Wesi dengan Rajanya yang bernama Sanghiangtunggal.
Raden Segoro mendapatkan gelar dari Raja Sanghiangtunggal dengan sebutan"
Tumenggung Gemet" yang
artinya semua musuh
apabila bertarung dengannya maka
akan habis (Gemet = Bahasa Jawa) tempat tinggal Raden Segoro ini beri nama Kraton
Nepa akan tetapi keberadaan kraton ini sudah menghilang atau lenyap, ini
merupakan kisah awal mula dari terbentuknya nama Desa Nepa ini yang sekarang
berada di kecamatan banyuates kabupaten sampang.
Desa ini letaknya
berada di kecamatan banyuates dan
berada kabupaten Sampang dipantai sebelah
Utara, di desa Nepa ini Terdiri
dari 3 Dusun,
yaitu Dusun Nepa,
Dusun Manangguh, dan Dusun Seneng dengan luas wilayahnya 720,355 Ha
dengan luas tanah
sawah 18,46 Ha
dan luas tanah
kering 52 Ha. Curah hujan selama setahun 1185,5 mm/tahun.
Jarak desa Nepa terhadap ibukota
Kecamatan adalah 7
Km, sedangkan jarak
terhadap ibukota Kabupaten adalah
57 Km dan
jarak terhadap ibukota
provinsi adalah 96 Km. Mata
pencaharian penduduknya sebagian besar adalah sebagai nelayan.
Jika dilihat dari letak geografis desa ini terletak di
bagian utara kecamatan banyuates,dengan batas bagian utara adalah laut
jawa oleh karena itu, pekerjaan masyarakat
Nepa mayoritas adalah nelayan. Di Desa nepa ini terdapat pantai
Nepa yang menyajikan panorama
alam yang indah sehingga
layak untuk dijadikan tempat wisata unggulan di Madura.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar