Selasa, 16 Juli 2013

Waduk Nepah

         

       Selain pantai dan hutan kera, tak lengkap rasanya kalau tidak berkunjung ke waduk atau bendungan Nepa. Waduk Nipah terletak di Desa Montor Kecamatan Banyuates merupakan pembangunan waduk baru dengan luas areal irigasi 1.150 Ha. dan lokasi ini dapat dilalui sarana transportasi umum jurusan Sampang - Ketapang - Banyuates ditempuh kurang lebih 55 km dari pusat Kota Sampang. Waduk atau Bendungan Nepa pun tak kalah ramainya dengan pantai dan hutan kera yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Lokasi Bendungan Nepa terletak di desa pedalaman dan tidak dekat dengan pemukiman penduduk. Namun, bisa dibilang cukup mudah untuk dikunjungi. Untuk masuk ke Bendungan Nepa tersebut, dikenakan biaya masuk Rp5000 untuk pengendara sepeda motor dan Rp30000 untuk pengendara roda empat.


Waduk Nipah merupakan salah satu objek wisata yang dibuat oleh manusia. Selain objek wisata, fungsi utama dari waduk ini adalah sebagai sarana irigasi yang akan mengairi beberapa areal persawahan penduduk di sekitar kecamatan Banyuates dan sebagian dari kecamatan Ketapang yang berada bersebelahan dengan kecamatan Banyuates. Luas areal irigasinya sekitar 1150 Hektar.
Pembangunan waduk ini memang sudah lama direncanakan walaupun rampungnya pengerjaan waduk belum begitu lama. Pada sejarah pembangunannya, waduk ini banyak mendapatkan kendala khususnya pada proses pembebasan lahan, bahkan sempat menelan korban jiwa, sehingga pada tahun 1994 pernah dikenal peristiwa “Waduk Nipah Berdarah”.
Setelah waduk ini selesai dibangun, ternyata berhasil menyedot banyak perhatian wisatawan untuk menikmati paduan alam sekitar waduk. Tebing-tebing curam serta tonjolan-tonjolan bebatuan cadas yang besar, tampak memberikan kesan artistik di sekitar waduk ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar